Pindahan

Dear Pengunjung,

Saat ini blog Fusebox PHP Indonesia telah pindah ke http://blog.fbxphpindonesia.com

Terima Kasih :)

Konsep OOP dan MVC Pada Fusebox

Fusebox adalah framework yang fleksibel dalam menentukan teknik pemrograman yang ingin Anda terapkan dalam aplikasi Anda. Pola pengembangan yang sedang “trend” saat ini mungkin pola Model-View-Controller (MVC) karena pola ini memisahkan antara logika dan presentasi sehingga aplikasi lebih mudah dikelola dan dirawat. Selain itu penggunaan teknik/metoda Object Oriented Programming (OOP) juga yang paling sering digunakan dewasa ini.

Baca selebihnya »

Circuit.XML Sebagai Pengendali Aliran Program

Sebuah circuit dapat kita anggap sebagai pengendali aliran program dalam aplikasi fusebox, hal menarik dari fusebox (setelah versi 3) adalah penggunaan XML sebagai setting aplikasi dan pengendali dari framework ini sehingga lebih mudah dibaca. Circuit yang di-desain dengan baik akan memudahkan pengembang untuk melacak aliran program di kemudian hari tanpa harus membuka  source code.

Baca selebihnya »

menambahkan function global

Untuk menambahkan funtion global di dalam fusebox tidaklah sulit.  Cukup dengan menambahkan script

include(“path/globalFunction.php”);

di dalam file fusebox.init.php

maka pada awal aplikasi di panggil akan menjalankan globalFunction.php terlebih dahulu. ;)

Mengenal Fusebox Mode

Dalam fusebox terdapat parameter mode yang menentukan status aplikasi yang sedang kita bangun. Pada dasarnya terdapat dua jenis mode pada fusebox, development dan production.

Baca selebihnya »

Menggunakan Fusedoc

Fusedoc dalam terminologi fusebox adalah sebuah  sebuah cara standar untuk mendokumentasikan suatu fuse yang dikembangkan oleh Hal Helms. Fusedoc generasi kedua (2.o) menggunakan XML vocabulary. Fusedoc pada umumnya berada pada bagian atas suatu fuse file, untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan fuse, serta memberikan informasi detail untuk input dan ouput.

Baca selebihnya »

FLiP Dalam Pengembangan Aplikasi Fusebox

Dalam pengembangan sebuah website/aplikasi berbasis web bagaimanapun perlu mendesain aplikasi yang akan kita bangun.  Komunikasi dengan klien sangat perlu dilakukan selama masa men-desain aplikasi. Namun kadang kala klien/user tidak dapat memutuskan bagaimana aplikasi akan dibuat, mereka hanya menjelaskan inti-inti nya saja, detailnya mereka paham tetapi tidak dapat menggambarkannya. User baru dapat memberikan komentar tentang apa yang kurang, apa yang perlu ditambahkan, apa yang perlu dibuang dan apa yang sudah sesuai menurut mereka setelah mereka melihat hasilnya.
Baca selebihnya »

Layout dengan Fusebox (bag.3)

Pada bagian ketiga ini kita akan menambahkan page dalam website kita. Jika dilihat dari template/layout yang kita download disitu terdapat 6 buah menu (link) pada bagian top (header), jadi kita perlu menambahkan 5 halaman lagi.

Baca selebihnya »

Layout dengan Fusebox (bag.2)

Kita lanjutkan pembahasan pembuatan website dengan layout. Kali ini kita akan lanjutkan dengan membuat circuit-circuit yang dibutuhkan.

Baca selebihnya »

Layout dengan Fusebox (bag.1)

Layouting suatu website merupakan hal yang sangat penting. Idealnya suatu layout dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa (atau bahkan seluruh) halaman web. Jika sebuah link diubah pada layout, otomatis harus merubah semua link pada setiap halaman. Sekarang kita akan membuat website dengan dengan sebuah layout menggunakan fusebox.

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.