Mengenal Fusebox Mode

Dalam fusebox terdapat parameter mode yang menentukan status aplikasi yang sedang kita bangun. Pada dasarnya terdapat dua jenis mode pada fusebox, development dan production.

Pada mode development fusebox melakukan parsing file fusebox.xml dan circuit.xml kemudian mengubahnya menjadi file .php. Hasil parsing tersebut kemudian disimpan dalam folder parsed. Folder parsed adalah folder yang kita buat untuk menyimpan hasil parsing file fusebox.xml dan circuit.xml, folder ini harus “exclusive” dalam kata lain mempunyai permission r-w-x-(0777).

Dalam file index.php kita dapat mendefinisikan variabel $FUSEBOX_APPLICATION_NAME yang jika tidak di definisikan maka variabel ini berisi “cachedata” sehingga pada folder parsed akan di-generate file app_cachedata.php yang merupakan hasil parsing file fusebox.xml. Dalam fusebox 5 file-file circuit.xml di parse kemudian di generate menjadi file _app_cachedata.php, sedangkan pada fusebox 4 fusebox.xml dan circuit.xml di-generate dalam satu file app_cachedata.php.

Terdapat 2 jenis mode development pada fusebox 5 yaitu development-full-load dan development-circuit-load, development-full-load berarti fusebox melakukan parsing terhadap file fusebox.xml dan circuit.xml pada setiap request, sedangkan development-circuit-load berarti fusebox melakukan parsing terhadap file fusebox.xml jika file app_cachedata.php belum ada dan parsing file circuit.xml pada setiap request.

Pada mode development seringkali aplikasi menjadi berat disebabkan file app_cachedata.php dan _app_cachedata.php menjadi membesar, solusinya adalah dengan menghapus file app_cachedata.php dan _app_cachedata.php tersebut.

Mode production digunakan ketika Anda telah siap untuk men-deploy aplikasi Anda, pada mode ini fusebox akan mengenerate file fusebox.php dan file-file circuit.xml jika file app_cachedata.php dan _app_cachedata.php (fusebox 5) tidak/belum ada. Hal ini mempercepat proses dari aplikasi yang Anda bangun, karena setelah file app_cachedata.php dan _app_cachedata.php di generate/create, fusebox tidak akan menulis ulang file-file tersebut sehingga proses menjadi lebih cepat seolah-olah aplikasi dibangun tanpa framework.

Bagaimanapun fusebox hanya memiliki sedikit core files (file-file inti) yang berukuran kurang dari 300kb, dibandingkan dengan framework lain yang core files-nya saja berukuran lebih dari 1M tentu akan membuat aplikasi yang dibangun dengan fusebox menjadi lebih cepat.

1 comment so far

  1. budi on

    halo dab


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.