Konsep OOP dan MVC Pada Fusebox

Fusebox adalah framework yang fleksibel dalam menentukan teknik pemrograman yang ingin Anda terapkan dalam aplikasi Anda. Pola pengembangan yang sedang “trend” saat ini mungkin pola Model-View-Controller (MVC) karena pola ini memisahkan antara logika dan presentasi sehingga aplikasi lebih mudah dikelola dan dirawat. Selain itu penggunaan teknik/metoda Object Oriented Programming (OOP) juga yang paling sering digunakan dewasa ini.

Kita pun dapat membangun sebuah aplikasi menggunakan metoda OOP dan pola MVC menggunakan fusebox, dalam fusebox.xml terdapat tag <classes> yang berfungsi untuk me-registrasi class-class pada aplikasi kita, yang nantinya dapat di akses melalui <instatiate> dan <invoke> pada circuit.xml. Dengan menggunakan konsep OOP secara tidak langsung aplikasi Anda akan mempunyai pola MVC (implicit MVC). Sekarang bayangkan dalam root direktori aplikasi Anda mempunyai direktori classes/ dan circuits/, kemudian masukkan semua class-class kedalam direktori classes/. Asumsi saya adalah class-class tersebut merupakan model dari aplikasi, kemudian di dalam direktori circuits/ adalah file circuit.xml dan file-file fuse, asumsikan circuit.xml adalah controller dan file-file fuse adalah view.

Idealnya sebuah class/model merupakan interface ke sumber data (database) atau sebuah pemrosesan yang tidak mengeluarkan output secara langsung, output-output haruslah berupa variabel yang nantinya dikeluarkan/dicetak oleh view (fuse file) dalam jendela browser (yang dibicarakan adalah aplikasi web/website) dan semua itu dikendalikan oleh controller(circuit.xml).

Jika Anda menggunakan FLiP sebagai metoda pengembangan, proses pemodelan (mengubah file-file fuse untuk query dan action ke dalam suatu class) akan menghilangkan penulisan fusedoc pada class karena class berbeda konsep dengan fuse. Namun demikian sebagai gantinya Anda dapat membuat class abstract yang dapat menjabarkan fungsi-fungsi dari class tersebut bagi fusecoder Anda (jika Anda bekerja dalam team, dan Anda adalah arsiteknya).

Dalam kesempatan lain akan saya berikan contoh penggunaan OOP ini, jadi tunggu aja yah ;-)

2 komentar

  1. GJoe on

    makasih infonya, berguna banget.

    kapan-kapan bahas tentang penggunaan database (class mungkin) di fb-nya donk, penting banget.

    thanks banget


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.